HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
ALUMNI
GALLERY
CAREER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 18.232.125.29
Pengunjung : 323.672


Newsflash :
PROFICIAT KEPADA SD TARAKANITA 3 JAKARTA ATAS PRESTASINYA MERAIH PIAGAM BINTANG SATU KEAMANAN PANGAN UNTUK KANTIN SEKOLAH DARI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA             |             PROFICIAT KEPADA SD DAN SMP SINT CAROLOS BENGKULU ATAS PRESTASINYA MERAIH PIAGAM BINTANG SATU KEAMANAN PANGAN UNTUK KANTIN SEKOLAH DARI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA             |             PROFICIAT ATAS TERSELENGGARANYA KONFERENSI NASIONAL GURU SMP, SMA, SMK PENGAMPU UJUAN NASIONAL YG DISELENGGARAKAN DI TDC 2 SURABAYA, 26-28 NOVEMBER 2019             |                         |             PROFICIAT KEPADA SD DAN SMP SINT CAROLOS BENGKULU, MERAIH PIAGAM BINTANG SATU KEAMANAN PANGAN UNTUK KANTIN SEKOLAH DARI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA.             |                         |             PROFICIAT KEPADA TARAKANITA WILAYAH TANGERANG YANG TELAH MERAIH JUARA UMUM DALAM OSTARNAS IV DI YOGYAKARTA 13-15 NOVEMBER 2019.             |                         |             PROFICIAT KPD SMA TARAKANITA 2 JKT YG TELAH MERAIH JUARA 1 LOMBA FILM PENDEK, JUARA 1 LOMBA DESAIN POSTER TINGKAT KOTA JAKARTA UTARA (AGUSTUS 2019)             |            

Artikel :



Kerja Sama Berbagai Elemen Menghasilkan Potensi Hebat Pada Anak Usia Dini


Jumat; 17 April 2015 [Rosa Indah Kurnianingsih, TK TARAKANITA SOLO BARU] - Artikel Umum

“ Kerja Sama Berbagai Elemen,  Menghasilkan Potensi Hebat  Pada Anak Usia Dini “.

Kerja sama secara sinergis dan integral diantara berbagai elemen, sangat dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan program paud. Dengan kerjasama akan ada proses saling melengkapi, memperbaiki dan menyempurnakan satu dengan yang lain. Peran orang tua, sekolah dan lingkungan masyarakat menjadi prioritas yang tidak bisa dipisahkan. Kematangan pribadi dan lingkungan tempat anak berkembang akan membentuk kesiapan bersekolah pada anak. Pada usia prasekolah rangsangan yang diterima anak sangat menentukan perkembangan selanjutnya.

Orang tua sebagai penanggung jawab utama pertumbuhan dan perkembangan anak jelas memegang kendali dari pendidikan anak usia dini, bahkan pada seluruh proses pendidikan anak di semua jenjangnya. Keluarga menjadi media internalisasi nilai yang sangat kuat dan menjadi filter segala apa yang ada , baik internal maupun eksternal. Setiap orang tua sangat menginginkan anaknya lebih baik, lebih hebat dan lebih berhasil. Anak adalah anugerah dari Tuhan, maka setiap orang tua wajib untuk mengasihi, membimbing, memberikan pendidikan yang lebih baik  serta mengupayakan lesejahteraan sesuai kemampuan mereka, karena anak adalah masa depannya. Yang harus dilakukan orang tua untuk mewujudkan pendidikan anak yang berkualitas, adalah:

  1. 1.    Memberikan keteladanan. Anak usia dini sangat sensitif terhadap rangsangan dari luar, maka perilaku orang tua sangat berpengaruh terhadap anak. Cara orang tua berbicara, berperilaku dan bergaul dengan orang lain, menjadi cerminan bagi anak.  Karena orang tua sebagai teladan sempurna bagi anak maka perlu memantapkan imannya dan selalu menanamkan nilai – nilai yang baik dalam batin anak-anaknya sehingga mereka akan memiliki budi pekerti yang luhur dan  iman yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari.
  2. 2.    Menjadikan rumah sebagai taman ilmu.  Rumah adalah tempat lahir, tumbuh dan berkembangnya seorang anak dan di  rumahlah pendidikan dimulai . Menjadikan rumah sebagai taman ilmu berarti merencanakan dan melaksanakan kegiatan di rumah yang sarat dengan ilmu. Orang tua perlu menumbuhkan minat membaca pada anak dan menanamkan pada anak bahwa membaca adalah sebagai bagian dari kebutuhan utama. Maka di rumah perlu menyediakan ruang sudut membaca, dimana buku-buku yang tersedia adalah bacaan yang digemari anak sekaligus bacaan yang berkualitas karena apa yang dibaca anak akan berpengaruh terhadap cara pandang dan cita-cita besarnya dikemudian hari. Selain itu dengan melibatkan anak dalam musyawarah atau diskusi bisa menjadi media aktualisasi paling efektif dalam menggali kemampuan anak dan mengembangkannya secara maksimal.
  3. 3.    Menyediakan Wahana Kreativitas.  Setiap anak memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri. Ia juga memiliki kelebihan dan keunggulan yang khas. Namun orang tua sering kurang menyadari  bakat hebat  yang dimiliki anaknya. Disinilah pentingnya menyediakan wahana kreativitas anak. Anak hendaknya diberi ruang gerak yang penuh untuk menunjukkan jati diri dan identitasnya. Dari sinilah bakat terbesar anak akan nampak , jika bakat anak sudah kelihatan orang tua harus bergerak cepat membimbing, mendampingi dan mengarahkan. Disini peran orang tua  sebagai motivator.
  4. 4.    Hindari Emosi Negatif. Dalam mendidik anak khususnya  usia dini, stabilitas emosi orang tua sangat penting, melalui kearifan, kebijaksanaan, kematangan dan kecermatan.sikap. Diam adalah salah satu bentuk menetralkan ketegangan otot yang terjadi. Diam juga menjadi wahana evaluasi efektif terhadap kekurangan dan kelebihan sikap dan strategi yang dipilih.
  5. 5.    Tekun Berdoa.  Sehebat dan sesempurna apapun manusia, pasti banyak kekurangan. Manusia tidak bisa menggantungkan hasil hanya kepada kerja kerasnya, campur tangan Tuhan sanga penting. Melalui doa spiritualitas dan religiusitas manusia akan semakin kuat.

Sekolah merupakan media transfer of knowledge, science, value, and skills. Sementara lingkungan sosial menjadi aktualisasi potensi dalam menorehkan prestasi. Kerja sama sekolah, keluarga dan masyarakat akan menghasilkan potensi yang hebat kepada anak usia dini, baik secara moral, intelektual, sosial, spiritual dan profesional. Selain itu juga akan membentuk pendidikan terpadu yang berkualitas tinggi. Semua memegang peranan penting dalam proses pendidikan anak usia dini. Maka keteladanan merupakan  faktor kunci kesuksesan pendidikan anak usia dini.

Pendidikan anak usia dini menjadi kesempatan emas untuk membentuk karakter, moralitas, pengetahuan, ketrampilan dan life skills yang memadai bagi pertumbuhan dan perkembangan anak ke depan. Oleh sebab itu, kerjasama semua pihak dari kelaurga, sekolah dan masyarakat menjadi solusi terbaik demi suksesnya pendidikan usia dini . Khusus bagi keluarga, tugas dan tanggung jawabnya  sangat besar , mengingat dari keluargalah seorang anak lahir dan berkembang. Warna dalam keluarga sangat menentukan pola pikir, kebiasaan dan pandangan dalam memotret kehidupan dunia yang penuh kompotisi, aktualisasi dan dinamisasi.

 

 

Penulis : E. Sri Maryati, S.Pd







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :